Link utama

Kamis, 29 Mei 2008

Balas dendam sang direktur

Sore yang indah , setidaknya itu yang dirasakan oleh Ratih , gadis remaja yang sedang beranjak dewasa.
Gadis cantik ini baru saja pulang berenang bersama teman teman sekolahnya , dan hari itu terlihat cantik sekali.
Rambut gaya bob pendeknya masih terlihat sedikit basah , T-shirt hijau dan celana jeans membalut tubuh indahnya yang terbentuk proporsional selaras dengan kecantikan wajahnya , kesan sporty semakin terasa dengan sampiran tas olahraga di pundaknya.

Ratih pulang ke rumah dengan hati riang dan berbunga bunga , mengapa tidak..?? salah seorang teman sekolahnya yang memang ia sukai sejak dulu hari ini menyatakan cintanya , maka tak heran ia pulang dengan senyum yang tak pernah lepas dari wajahnya.

namun keceriaanya mendadak terganggu saat tiba di rumah , pintu pagar terbuka tak terkunci , padahal biasanya pintu pagar terkunci meski ayahnya ada di rumah.
Ratih memang tinggal bersama ayahnya semenjak kedua orang tuanya bercerai , ibunya ratih telah menikah lagi dan ratih tak menyukai ayah tirinya yang sering menggodanya.

Perasaan ratih makin tak enak saat tiba di pintu depan dan mendapati jika pintu itu sepertinya bekas didobrak atau ditendang orang.
Ratih bergegas masuk ke dalam rumah dan mencari ayahnya

"ayah...??? ayah sudah pulang ..??"

tak ada jawaban
ayah ratih adalah seorang petugas keamanan di perusahaan milik toni santoro , seharusnya ayah ratih baru tiba di rumah menjelang malam

"ayah...??" tetap tak ada jawaban

"ayah..??" suara ratih semakin menunjukan kecemasannya.

Samar samar ratih mendengar suara ribut yang berasal dari kamar ayahnya, ia pun segera menghampiri kamar itu

"ayah sudah pulang ya..??"

suara suara itu berhenti meninggalkan ratih dalam kesenyapan yang mencemaskan

Ratih membuka pintu kamar dan sangat terkejut saat melihat ayahnya sedang terikat di kursi , mulutnya tertutup lakban , wajahnya babak belur seperti habis dipukuli habis habisan.

"mmm..mmmm.mmmmmm" ayah ratih menggumam tertahan seolah hendak mengatakan sesuatu pada anak gadisnya.
tapi terlambat , sepasang tangan kekar tiba tiba menangkap tubuh ratih dari belakang.
Gadis cantik ini spontan berteriak dan meronta berusaha melepaskan diri , namun dengan sigap orang itu merangkul ratih dengan satu tangan dan tangan yang lain membekap mulut gadis itu.
untuk beberapa saat ratih terus meronta , namun semakin meronta , dekapan pria itu semakin kuat dan menyakitkan ditambah lagi tenaga ratih pun mulai habis , ia pun terdiam ketakutan.

Dalam diam ratih mencoba memperhatikan keadaan dan baru menyadari jika di kamar itu ada satu orang lagi.
seorang pria dengan pakaian rapi dan jelas mahal , berwajah tampan namun dingin dengan tatapan mata memancarkan kekejaman dan kelicikan, dia adalah toni santoro dan orang yang menangkap ratih adalah kaki tangan setianya , gogon.

"anak kamu , joko..??" tanya toni santoro

joko (ayah ratih ) diam tak bersuara

"ahh, pastinya memang anak kamu..mmmm kalo ga salah namanya ratih, betul...??"lanjut toni

joko tetap tak bersuara namun sorot matanya menunjukan keterkejutan

"ayolah joko , tentu saja saya tahu segala hal tentang karyawan saya...direktur macam apa saya kalau tak tahu hal seperti itu..??" kata toni sambil mendekati ratih yang kian ketakutan.


"nah , anak manis ,..perkenalkan nama saya toni santoro dan orang itu adalah gogon asisten pribadi saya " toni terdiam sejenak sebelum melanjutkan
"dan alasan kami kemari karena ayahmu telah melakukan kejahatan besar pada perusahaan saya.."

ratih kelihatannya ingin bicara , namun mulutnya terbungkam tangan kekar gogon

"aYah kamu telah mencuri dokumen rahasia perusahaan dan menjualnya ke perusahaan saingan saya , dan hari ini saya meminta pertanggung jawabannya."

Joko tertunduk lesu saat toni membeberkan semuanya pada ratih.
memang beberapa bulan yang lalu ia dan sekretaris pribadi toni santoro bernama mia telah mencuri beberapa dokumen rahasia perusahaan dan menjualnya ke pesaing toni dengan imbalan sejumlah uang yang menggiurkan.
saat itu kelihatannya semua berjalan sempurna dan rapi sehingga ia yakin akan aman , ia tak menyangka toni santoro berhasil mengetahui semuanya ,dan yang lebih ia sesali karena kini ratih , anak semata wayangnya pun terancam keselamatannya.

Toni mencabut pistol dari balik jasnya dan menodongkannya pada joko membuat pria malang itu menggumam seperti memohon ampun , ratih pun menjerit tertahan karena mulutnya masih dibungkam

"hahahaha...jangan takut nona cantik " kata toni dengan tenang ,"membunuh ayahmu sepertinya bukan hukuman yang pantas untuk pengkhianat macam dia , malah sebaliknya ia akan menyaksikan putri kesayangannya yang akan menanggung akibat perbuatannya "

Ratih dan ayahnya sama sama menunjukan reaksi kaget dan ketakutan , mereka berdua bisa menduga pertanggung jawaban apa yang dimaksud , dan sontak ratih kembali berusaha melepaskan diri namun dekapan kian erat dari gogon kali ini terasa menyakitkan tubuhnya.

"gogon...lepasin dia " perintah toni , dan gogon melemparkan tubuh ratih ke tempat tidur dalam posisi telungkup.
belum sempat ratih bangkit gogon keburu menahannya hingga ia tak bisa bergerak.
Dengan naluri seorang ayah yang berusaha melindungi putrinya ia mencoba bergerak untuk menolong meski masih terikat di kursi.

DORR!!! sebuah tembakan membuat ratih histeris ia pikir ayahnya telah tewas.
namun ternyata toni hanya menembak kaki joko hingga pria malang itu ambruk di lantai dengan kaki mengeluarkan darah.

mengetahui ayahnya masih hidup ratih berhenti menjerit ,namun ketakutan dan kesakitan memancing air matanya untuk turun juga.

"ampunn..toloong...jangan begini " ratih memohon dalam tangisnya

"hmmm...aku paling suka melihat gadis cantik menangis dan memohon , bukan begitu gon..?" kata toni disambut tawa keras gogon

Toni mengambil tali dan mendekati ratih yang tertelungkup di tempat tidur tak mampu bergerak karena gogon menahannya.
toni meraih kedua tangan ratih dan mengikatnya di belakang punggung

"tolong..jangan perkosa saya...saya mohon..." ratih terus memohon tak peduli betapa sia sianya itu semua.

"percuma kamu memohon seperti itu cantik , sebaiknya kamu menurut saja atau kamu akan kehilangan seorang ayah "

setelah tangan ratih terikat , toni mencabut pisau yang terselip di pinggang gogon , dan dengan perlahan ia merobek t-shirt dan celana jeans gadis cantik itu sehingga hanya tinggal bra dan celana dalam saja yang menutupi tubuh indah ratih.

toni membalikkan tubuh ratih , wajah gadis itu telah basah oleh keringat dan air mata , danjustru semua itu semakin membangkitkan gairah toni, apalagi
saat melihat buah dada kenyal nan putih mulus yang tersembul dari balik bra yang seolah terlalu kecil untuk ukuran dada ratih.

Toni meraih wajah ratih dan berusaha untuk mencium bibir mungil gadis cantik itu , namun ratih terus menerus menggerakan kepala berusaha untuk menghindar ,hal itu membuat toni marah.

"BANGSAT!!" teriak toni sambil menampar wajah ratih.
rasa sakit yang menderanya membuat gadis malang itu tak melawan ketika bibirnya dilumat toni.
Dengan asyiknya toni bermain lidah di mulut gadis cantik itu , lalu ciumannya turun ke leher nan mulus , dan tangannya terus aktif meremas bukit kembar ratih yang masih tertutup bra.

Satu renggutan diiringi jeritan tertahan ratih , maka terlepaslah bra yang menutup bukit indah gadis remaja itu , dan toni begitu terpesona melihat buah dada putih mulus khas gadis remaja dan belum pernah tersentuh lelaki manapun.

Ratih mulai mengerang dan merintih saat dengan rakusnya toni meremas dan menjilati buah dadanya.
Digigitnya dengan lembut puting ratih lalu sesekali disedotnya buah dada itu dengan penuh nafsu , dan dalam sekejap saja bukit kembar yang tadi putih mulus kini dihiasi oleh bekas merah.
sambil terus menyedot dan mengulum bukit kenyal ratih , tangan toni bergerak ke bawah memainkan vagina yang masih terbungkus celana dalam.
suara rintihan ratih kali ini tak bisa dibedakan apa karena tersiksa atau rintihan kenikmatan apalagi toni ternyata pandai membangkitkan titik titik sensitif tubuh gadis itu , sehingga mau tak mau ratih terangsang juga.
meskipun hatinya menolak namun tubuhnya ternyata tak sepaham dengannya.

"hahahaha...lihat joko ternyata anakmu menikmati juga..hahahaha " kata toni sambil tertawa puas.
Joko sebenarnya tak tega melihat anaknya dilecehkan seperti itu , namun setiap kali ia menunduk atau memalingkan muka , gogon menendang bekas luka tembaknya tadi sehingga ia terpaksa menyaksikan semua adegan itu.

toni melepas celana dalam ratih dan tangannya semakin bebas dan liar memainkan clitoris gadis cantik itu.

"hahahaha..ayo cantik...kalau mau keluar jangan ditahan tahan " kata toni memancing birahi ratih

semakin lama vagina ratih semakin basah ,dan toni terus menerus mengelus , mengusap dan memainkan jarinya di pintu kenikmatan ratih , erangan demi erangan tak henti hentinya keluar dari mulut sang gadis.

"ayo keluarin aja...ayo..." toni terus merangsang orgasme ratih

"hahahaha..ayo terus....lihat joko , anakmu keenakan, hahahaha..!!!!!"

air mata semakin deras mengalir saat ratih berjuang agar tidak orgasme

"ayo..jangan malu malu...ayo....!!!"

Ratih terus berusaha menahan gejolak dalam tubuhnya namun sia sia , toni dapat merasakannya jika gadis ini akan orgasme , tubuh ratih mulai menegang dan sebuah jeritan pelan keluar dari bibir manis gadis remaja itu saat mengalami orgasme pertamanya.

"hahahaha..enak kan gadis cantik....hahahaha "

toni tertawa begitu keras melihat ratih menangis tersedu sedu karena mengalami pelecehan seksual ini.

"gogon..." kata toni memberi suatu isyarat pada ajudan setianya.
gogon kini mendekati ratih dan menyuruhnya untuk berlutut di lantai.
Lelah dan pasrah , gadis itu menuruti perintah tanpa melawan.

ratih berlutut di lantai dengan tubuh telanjang bulat dan tangan terikat ke belakang.
gogon berdiri di depan gadis itu , menurunkan celananya sendiri dan mengacungkan penisnya yang besar ke wajah ratih.
Dengan sedikit paksaan , gogon memasukan penisnya ke mulut ratih hingga terlihat penuh saking besarnya.
dengan gerakan kasar gogon menggerak gerakan kepala ratih untuk mengocok penisnya.

"mmm..mmm..mmmmm" ratih hanya bisa menggumam karena mulutnya terlalu penuh dan beberapa kali iapun nyaris tersedak.
butuh waktu beberapa menit sampai akhirnya ratih harus menelan sperma gogon dengan terpaksa , wajah gadis itu kian kuyu dan lesu menerima semua pelecehan ini.

setelah puas , gogon kembali melempar ratih ke tempat tidur , dan kini giliran toni untuk merenggut keperawanan gadis cantik itu.
toni melepas pakaiannya satu persatu hingga ia pun telanjang bulat .
ratih yang menyadari apa yang akan terjadi hanya melotot ketakutan , tanpa sadar ia memandangi penis toni yang sebentar lagi akan merobek keperawannanya.

"kenapa liatin terus..udah gak sabar ya..??" kata toni saat melihat tatapan ratih yang tak lepas dari penisnya

"nah..joko sekarang saatnya anakmu membayar semua perbuatanmu...!!!"

joko sekali lagi berusaha bangkit untuk menolong anaknya , namun kali ini usahanya ditahan gogon yang menendangnya hingga ia terguling di lantai.

"hahaha..jangan khawatir joko , saya ini pengalaman membobol perawan hahahaa...anakmu pasti akan menikmatinya"

toni lalu mendekati ratih dan langsung memposisikan penisnya di tempat yang tepat.
kali ini dengan sisa tenaga dan kesadaran yang ada , ratih menjerit histeris dan mencoba melawan , tentu saja sekali lagi semua itu sia sia.
ratih kian histeris saat inci demi inci sebuah benda tumpul menerobos masuk vaginanya , apalagi ia masih perawan sehingga nyaris tak mampu menampung penis toni.

toni terus memaksakan penisnya masuk ke lubang sempit itu , jerit kesakitan ratih membuatnya kian bergairah , dan akhirnya dengan satu dorongan keras ia membobol selaput dara ratih.
jeritan panjang ratih mengiringi hilangnya keperawanan sang gadis , tak pernah sedikit pun terlintas jika ia akan kehilangan keperawanannya akibat perkosaan.

toni terus bergerak memacu diri menerobos vagina ratih , kali ini ratih tak melakukan perlawanan apa apa , ia sudah merasa tak punya harapan lagi , ia begitu terhina dan terguncang.
sambil terus menggenjot ratih tentu saja toni tak lepas meremas dan dan memainkan bukit kembar empuk milik sang gadis.
butuh waktu beberapa lama sampai akhirnya toni mencapaipuncak kenikmatan dan meneymburkan spermanya ke dalam tubuh ratih.

puasnya toni tak berarti penderitaan ratih berakhir , ia justru lebih menderita saat gogon memperkosanya , permainan yang kasar membuat ratih tak tahan lagi dan akhirnya ia pun tak sadarkan diri.

Saat akhirnya toni akan meninggalakn rumah itu , ia menyuruh gogon untuk membawa ratih yang tak sadarkan diri ke dalam mobil.

"anakku...mau kamu apakan anakku..bangsat...!!!!" kali ini joko berani memaki mantan bossnya itu.

"joko...joko..anakmu itu barang bagus , sayang kalau tidak dimanfaatkan.."
jawab toni santai.

joko hendak berkata lagi namun terdiam saat melihat toni mencabut pistolnya.

"satu hal joko...toni santoro tak bisa dikhianati..." kata toni diiringi oleh satu letusan dari pistolnya.
dan tewaslah joko , mantan petugas keamannya dengan luka tembak di kepala.
toni pun meninggalkan rumah itu membawa ratih , gadis cantik yang malang ,ia harus menjadi korban perbuatan ayahnya .
rupanya toni punya suatu rencana untuk melakukan pembalasan dendam selanjutnya dengan melibatkan ratih